Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gugum Tapa

Catatan Reflektif : MERAWAT RUANG JEDA

Gambar
Catatan Reflektif: Merawat Ruang Jeda Oleh Edo Pop JOGJA| Minggu malam, 19 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, Bale Black Box Laboratory, Sewon Bantul Jogja, mulai dipenuhi orang-orang yang datang dari berbagai latar belakang. Ruang seni yang didirikan pada 2024 oleh perupa Galam Zulkifli, bersama pasangan suami istri Pungkas Nugroho dan Dewi sebagai pengelola sekaligus penggerak ruang, hadir sebagai ikhtiar menghadirkan tempat bagi perjumpaan, percakapan, dan tumbuhnya praktik seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Malam itu pameran Ruang Jeda: “ LEPASKAN ” dibuka oleh Dr. Syamsul Barry, S.Sn., M.Hum., akademisi ISBI Bandung. Setelah sambutan dan seremoni pembukaan selesai, para pengunjung perlahan memasuki ruang pamer. Pada saat itulah perhatian saya mulai bergeser. Saya tidak lagi melihat pembukaan sebagai sebuah acara, melainkan sebagai sebuah peristiwa kehidupan. Orang-orang bergerak perlahan di antara karya. Percakapan kecil muncul di berbagai sudut ruang. Sebagian berdir...

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

Gambar
Bagi Tiang Senja, kategori substansial dalam proses penciptaan bukan semata pada teknik atau medium, melainkan pada gagasan dan tema yang terus ia ulik melalui lelaku kreatif. Ia memadukan berbagai unsur rupa menjadi kesatuan yang artistik, unik, sekaligus khas. Finalitas dari kerja kreatif itu terletak pada ekspresi bebas yang sangat personal, yang baginya lebih penting daripada sekadar mengikuti standar estetik yang baku. Karya Tiang Senja : Menakar Hujan, Seni Instalasi, pada pameran The Story of Giri Séla Kandha,  Jogja Gallery | 10–20 Agustus 2025 Seni dalam pandangan Tiang Senja adalah ruang permainan yang menyenangkan, tempat ia merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan artistik. Ia menolak keterikatan pada konvensi, bahkan mengabaikan “kearifan eksistensi” yang seringkali menuntut seniman tunduk pada fungsi moral, sosial, atau politis. Baginya, mengabaikan kebebasan mencipta sama artinya dengan meniadakan...