Postingan

Pameran “Sangkan Paraning Gambar” Hadir di Magelang, Membaca Kehidupan Lewat Garis dan Jejak Batin

Gambar
MAGELANG, JAWA TENGAH — Sebuah pameran drawing bertajuk Sangkan Paraning Gambar akan digelar di Loka Budaya Kota Magelang mulai 30 Mei hingga 6 Juni 2026. Pameran ini menghadirkan tujuh perupa, yakni Cholil Ipeh, Cipto Purnomo, Kaji Habeb, Oetoeng Noe, Tomi MRDK, Wahudi, dan Yogi Setiawan. Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari seniman, komunitas budaya, instansi terkait, hingga masyarakat umum. Acara pembukaan dibuka langsung oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono. Berlokasi di kawasan Alun-alun Selatan No. 9 Kota Magelang, pameran ini menawarkan pendekatan berbeda terhadap drawing. Gambar tidak diposisikan semata sebagai bentuk visual, melainkan sebagai medium refleksi batin dan cara manusia membaca kehidupan. Presiden Indonesia Raya Menggambar sekaligus penulis pengantar pameran, Edo Pop, menjelaskan bahwa sejak awal peradaban manusia, gambar telah menjadi bahasa pertama ...

Pameran “Anak & Seni Rupa” Hadirkan Dunia Imajinasi Anak di Rumah DAS

Gambar
YOGYAKARTA — Dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar 2026, komunitas Rumah DAS bersama Gores Warna dan Gores Kreatif menghadirkan pameran bertajuk “Anak & Seni Rupa” yang dipresentasikan di Rumah DAS, Yogyakarta. Pameran dibuka pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 15.00 WIB dan diresmikan langsung oleh Laretna T. Adishakti. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan meriah dengan penampilan dari Lab. Sariswara yang menambah nuansa kreatif dalam perhelatan tersebut. Pameran digelar di Yayasan Rumah DAS milik perupa ternama Dyan Anggraini yang beralamat di Jl. Matematika No.28 B, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan beragam estetik gambar anak-anak sebagai ruang ekspresi, imajinasi, sekaligus keberanian mereka dalam berkarya melalui seni rupa. Melalui garis, warna, dan bentuk yang spontan, karya-karya tersebut menghadirkan cara pandang anak terhadap dunia di sekitarnya secar...

Menghidupkan Budaya Gambar, Go Art Gelar Pameran “Utthāna” di Yogyakarta

Gambar
YOGYAKARTA — Pameran seni gambar dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar digelar di Kagungan Dalem Museum Wahana Rata, Jalan Rotowijayan, Kadipaten, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta. Pameran yang diinisiasi komunitas Go Art ini menghadirkan ratusan karya gambar dari 53 perupa. Beragam karya yang dipamerkan merefleksikan kehidupan sehari-hari, realitas sosial, hingga dinamika budaya masyarakat. Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan dihadiri para perupa, komunitas gambar, pegiat seni, serta masyarakat umum. Acara dibuka langsung oleh Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soepratno, MM, anggota DPD RI. Pada pamerannya kali ini, Komunitas Go Art Yogyakarta menawarkan tajuk “Utthāna” yang berarti bangkit. Dalam konteks menggambar, utthāna bukan sekadar aktivitas menciptakan rupa, melainkan sebuah proses membangunkan ingatan, rasa, dan kesadaran manusia terhadap dirinya sendiri maupun dunia di sekitarnya. Melalui pameran ini, gambar dipah...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Dari Serentak Ratusan Komunitas ke Nasional: Indonesia Menggambar Kuatkan Perjuangan Pengesahan Bulan Indonesia Menggambar

Gambar
(Dari kiri: EdoPop, Syamsul Barry, Bp. Fadli Zon, Hajar Pamadhi, Dio Pamola. Sumber Foto : Arus Siang & Tiang Senja/ Indonesia Raya Menggambar) Menuju Bulan Mei “Bulan Indonesia Menggambar” ( Bulan Menggambar Nasional ) dan Audiensi Bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Yogyakarta, 28 Maret 2026) . Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar secara resmi telah menyampaikan naskah akademik terkait usulan penetapan Bulan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar” kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon. Langkah ini menandai fase awal dari upaya strategis dalam mendorong pengakuan negara terhadap praktik menggambar sebagai bagian integral dari ekosistem kebudayaan Indonesia yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan. Naskah akademik yang disusun oleh Tim Perumus Naskah Akademik Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar 2026 menegaskan bahwa menggambar tidak dapat direduksi semata sebagai aktivitas teknis atau keterampilan dasar seni rupa. Sebaliknya, men...

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

Gambar
Bagi Tiang Senja, kategori substansial dalam proses penciptaan bukan semata pada teknik atau medium, melainkan pada gagasan dan tema yang terus ia ulik melalui lelaku kreatif. Ia memadukan berbagai unsur rupa menjadi kesatuan yang artistik, unik, sekaligus khas. Finalitas dari kerja kreatif itu terletak pada ekspresi bebas yang sangat personal, yang baginya lebih penting daripada sekadar mengikuti standar estetik yang baku. Karya Tiang Senja : Menakar Hujan, Seni Instalasi, pada pameran The Story of Giri Séla Kandha,  Jogja Gallery | 10–20 Agustus 2025 Seni dalam pandangan Tiang Senja adalah ruang permainan yang menyenangkan, tempat ia merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan artistik. Ia menolak keterikatan pada konvensi, bahkan mengabaikan “kearifan eksistensi” yang seringkali menuntut seniman tunduk pada fungsi moral, sosial, atau politis. Baginya, mengabaikan kebebasan mencipta sama artinya dengan meniadakan...