Postingan

Pameran “Anak & Seni Rupa” Hadirkan Dunia Imajinasi Anak di Rumah DAS

Gambar
YOGYAKARTA — Dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar 2026, komunitas Rumah DAS bersama Gores Warna dan Gores Kreatif menghadirkan pameran bertajuk “Anak & Seni Rupa” yang dipresentasikan di Rumah DAS, Yogyakarta. Pameran dibuka pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 15.00 WIB dan diresmikan langsung oleh Laretna T. Adishakti. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan meriah dengan penampilan dari Lab. Sariswara yang menambah nuansa kreatif dalam perhelatan tersebut. Pameran digelar di Yayasan Rumah DAS milik perupa ternama Dyan Anggraini yang beralamat di Jl. Matematika No.28 B, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan beragam estetik gambar anak-anak sebagai ruang ekspresi, imajinasi, sekaligus keberanian mereka dalam berkarya melalui seni rupa. Melalui garis, warna, dan bentuk yang spontan, karya-karya tersebut menghadirkan cara pandang anak terhadap dunia di sekitarnya secar...

Menghidupkan Budaya Gambar, Go Art Gelar Pameran “Utthāna” di Yogyakarta

Gambar
YOGYAKARTA — Pameran seni gambar dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar digelar di Kagungan Dalem Museum Wahana Rata, Jalan Rotowijayan, Kadipaten, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta. Pameran yang diinisiasi komunitas Go Art ini menghadirkan ratusan karya gambar dari 53 perupa. Beragam karya yang dipamerkan merefleksikan kehidupan sehari-hari, realitas sosial, hingga dinamika budaya masyarakat. Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan dihadiri para perupa, komunitas gambar, pegiat seni, serta masyarakat umum. Acara dibuka langsung oleh Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soepratno, MM, anggota DPD RI. Pada pamerannya kali ini, Komunitas Go Art Yogyakarta menawarkan tajuk “Utthāna” yang berarti bangkit. Dalam konteks menggambar, utthāna bukan sekadar aktivitas menciptakan rupa, melainkan sebuah proses membangunkan ingatan, rasa, dan kesadaran manusia terhadap dirinya sendiri maupun dunia di sekitarnya. Melalui pameran ini, gambar dipah...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Dari Serentak Ratusan Komunitas ke Nasional: Indonesia Menggambar Kuatkan Perjuangan Pengesahan Bulan Indonesia Menggambar

Gambar
(Dari kiri: EdoPop, Syamsul Barry, Bp. Fadli Zon, Hajar Pamadhi, Dio Pamola. Sumber Foto : Arus Siang & Tiang Senja/ Indonesia Raya Menggambar) Menuju Bulan Mei “Bulan Indonesia Menggambar” ( Bulan Menggambar Nasional ) dan Audiensi Bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Yogyakarta, 28 Maret 2026) . Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar secara resmi telah menyampaikan naskah akademik terkait usulan penetapan Bulan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar” kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon. Langkah ini menandai fase awal dari upaya strategis dalam mendorong pengakuan negara terhadap praktik menggambar sebagai bagian integral dari ekosistem kebudayaan Indonesia yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan. Naskah akademik yang disusun oleh Tim Perumus Naskah Akademik Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar 2026 menegaskan bahwa menggambar tidak dapat direduksi semata sebagai aktivitas teknis atau keterampilan dasar seni rupa. Sebaliknya, men...

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

Gambar
Bagi Tiang Senja, kategori substansial dalam proses penciptaan bukan semata pada teknik atau medium, melainkan pada gagasan dan tema yang terus ia ulik melalui lelaku kreatif. Ia memadukan berbagai unsur rupa menjadi kesatuan yang artistik, unik, sekaligus khas. Finalitas dari kerja kreatif itu terletak pada ekspresi bebas yang sangat personal, yang baginya lebih penting daripada sekadar mengikuti standar estetik yang baku. Karya Tiang Senja : Menakar Hujan, Seni Instalasi, pada pameran The Story of Giri Séla Kandha,  Jogja Gallery | 10–20 Agustus 2025 Seni dalam pandangan Tiang Senja adalah ruang permainan yang menyenangkan, tempat ia merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan artistik. Ia menolak keterikatan pada konvensi, bahkan mengabaikan “kearifan eksistensi” yang seringkali menuntut seniman tunduk pada fungsi moral, sosial, atau politis. Baginya, mengabaikan kebebasan mencipta sama artinya dengan meniadakan...

Potensi Tema Besar "Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia" dalam Membangun dan Mengkritisi Isu Lokalitas di Indonesia

Gambar
Sejarah panjang seni gambar di Indonesia telah mengakar sejak zaman prasejarah, melalui lukisan goa yang sudah berusia ribuan tahun, hingga karya-karya seni rupa modern yang kini mengglobal. Namun, dalam konteks Indonesia saat ini, seni gambar tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetika, tetapi juga sebagai media yang sangat potensial untuk mengkritisi isu-isu kontekstual yang berkembang dalam masyarakat. Melalui tema besar “ Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia ”, kita dapat menggali lebih dalam bagaimana seni gambar dapat membangun dan mengembangkan potensi lokalitas, sekaligus menjadi ruang untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa ini. Indonesia, dengan ribuan pulau, bahasa, suku, dan budaya yang beragam, menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi seni gambar untuk mencerminkan keberagaman yang ada. Tema “ Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia ” membuka ruang yang luas bagi masyarakat dari berbagai daerah un...