Postingan

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

Gambar
Bagi Tiang Senja, kategori substansial dalam proses penciptaan bukan semata pada teknik atau medium, melainkan pada gagasan dan tema yang terus ia ulik melalui lelaku kreatif. Ia memadukan berbagai unsur rupa menjadi kesatuan yang artistik, unik, sekaligus khas. Finalitas dari kerja kreatif itu terletak pada ekspresi bebas yang sangat personal, yang baginya lebih penting daripada sekadar mengikuti standar estetik yang baku. Karya Tiang Senja : Menakar Hujan, Seni Instalasi, pada pameran The Story of Giri Séla Kandha,  Jogja Gallery | 10–20 Agustus 2025 Seni dalam pandangan Tiang Senja adalah ruang permainan yang menyenangkan, tempat ia merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan artistik. Ia menolak keterikatan pada konvensi, bahkan mengabaikan “kearifan eksistensi” yang seringkali menuntut seniman tunduk pada fungsi moral, sosial, atau politis. Baginya, mengabaikan kebebasan mencipta sama artinya dengan meniadakan...

Potensi Tema Besar "Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia" dalam Membangun dan Mengkritisi Isu Lokalitas di Indonesia

Gambar
Sejarah panjang seni gambar di Indonesia telah mengakar sejak zaman prasejarah, melalui lukisan goa yang sudah berusia ribuan tahun, hingga karya-karya seni rupa modern yang kini mengglobal. Namun, dalam konteks Indonesia saat ini, seni gambar tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetika, tetapi juga sebagai media yang sangat potensial untuk mengkritisi isu-isu kontekstual yang berkembang dalam masyarakat. Melalui tema besar “ Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia ”, kita dapat menggali lebih dalam bagaimana seni gambar dapat membangun dan mengembangkan potensi lokalitas, sekaligus menjadi ruang untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa ini. Indonesia, dengan ribuan pulau, bahasa, suku, dan budaya yang beragam, menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi seni gambar untuk mencerminkan keberagaman yang ada. Tema “ Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia ” membuka ruang yang luas bagi masyarakat dari berbagai daerah un...

MENELISIK API, PERHATIAN, SENJA, DAN SPIRITUAL EKOLOGIS. Oleh Cholsverde (Pegiat Gugum Tapa, Seniman Teater dan Drawing Performance)

Gambar
Pameran tunggal Tiang Senja yang berjudul "Api dalam Titik Perhatian," yang berlangsung di Soboman 219 Art Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dari 21 hingga 31 Agustus 2024, merupakan manifestasi mendalam dari eksplorasi artistik terhadap hubungan antara manusia dan lingkungan. Dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari seniman, mahasiswa, hingga publik umum, dan menandai keterlibatan Senja dalam isu-isu lingkungan melalui karya seni, pameran ini diselenggarakan juga dengan turut serta kerja artistik Senja dengan penulis pameran: Arami Kasih , dan diresmikan oleh seniman perempuan Arahmaiani , bukan hanya berupaya menampilkan karya seni tetapi juga menegaskan sebuah dialog kritis mengenai isu-isu ekologis yang mendesak. foto : (dari kiri) Tiang Senja, Arami Kasih, Arahmaiani Tiang Senja, seorang seniman perempuan muda yang dikenal dirinya dengan seni abstrak, menggunakan pameran ini sebagai platform untuk mengekspresikan kegelisahan dan refleksi pri...

KEBARUAN, KENGAWURAN, DAN ESTETIKA DRAWING YANG LAIN. Oleh Cholsverde

Gambar
Dalam Perayaan Hari dan Bulan Menggambar Nasional 2024, Komunitas Tapal Batas hadir dengan Tajuk pameran DRAWING YANG LAIN , sebuah pameran yang menggabungkan kreativitas dan pengembangan konsepsi pemikiran, menawarkan sebuah penafsiran yang bebas terhadap Seni Drawing /Gambar terkait konsepsi penciptaan. Konsep pameran yang ditawarkan oleh Komunitas Tapal Batas ini dapat tercermin dalam berbagai karya-karyanya yang menggunakan variasi teknik, gaya, material serta media untuk mengekspresikan perspektif setiap gagasan pada seni gambar.  Pameran tersebut diikuti oleh anggota Komunitas Tapal Batas Jogja diantara lain: AJI YUDALAGA, ACHID LIBRIANTO, AGUNG MANGGIS, CATUR HENGKI KOESWORO, EDO POP, MULATO SUPRAYOGI, SRI PRAMONO, SURYO WAE, RONALD SIMABUA, URET PARI ONO, VANI HIDAYATUR R., dan peserta tamu: WIYONO dan MORRIS ABDUL RAUF GUEVARA. Pameran ini dibuka oleh Pak ALEX LUTHFI pada 26 Mei 2024, dan telah berlangsung hingga 5 Juni 2024 di Ruang Ekspresi Mbakoku Sewo...