Postingan

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Dari Serentak Ratusan Komunitas ke Nasional: Indonesia Menggambar Kuatkan Perjuangan Pengesahan Bulan Indonesia Menggambar

Gambar
(Dari kiri: EdoPop, Syamsul Barry, Bp. Fadli Zon, Hajar Pamadhi, Dio Pamola. Sumber Foto : Arus Siang & Tiang Senja/ Indonesia Raya Menggambar) Menuju Bulan Mei “Bulan Indonesia Menggambar” ( Bulan Menggambar Nasional ) dan Audiensi Bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Yogyakarta, 28 Maret 2026) . Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar secara resmi telah menyampaikan naskah akademik terkait usulan penetapan Bulan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar” kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Fadli Zon. Langkah ini menandai fase awal dari upaya strategis dalam mendorong pengakuan negara terhadap praktik menggambar sebagai bagian integral dari ekosistem kebudayaan Indonesia yang dinamis, inklusif, dan berkelanjutan. Naskah akademik yang disusun oleh Tim Perumus Naskah Akademik Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar 2026 menegaskan bahwa menggambar tidak dapat direduksi semata sebagai aktivitas teknis atau keterampilan dasar seni rupa. Sebaliknya, men...

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

Gambar
Bagi Tiang Senja, kategori substansial dalam proses penciptaan bukan semata pada teknik atau medium, melainkan pada gagasan dan tema yang terus ia ulik melalui lelaku kreatif. Ia memadukan berbagai unsur rupa menjadi kesatuan yang artistik, unik, sekaligus khas. Finalitas dari kerja kreatif itu terletak pada ekspresi bebas yang sangat personal, yang baginya lebih penting daripada sekadar mengikuti standar estetik yang baku. Karya Tiang Senja : Menakar Hujan, Seni Instalasi, pada pameran The Story of Giri Séla Kandha,  Jogja Gallery | 10–20 Agustus 2025 Seni dalam pandangan Tiang Senja adalah ruang permainan yang menyenangkan, tempat ia merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan artistik. Ia menolak keterikatan pada konvensi, bahkan mengabaikan “kearifan eksistensi” yang seringkali menuntut seniman tunduk pada fungsi moral, sosial, atau politis. Baginya, mengabaikan kebebasan mencipta sama artinya dengan meniadakan...

Potensi Tema Besar "Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia" dalam Membangun dan Mengkritisi Isu Lokalitas di Indonesia

Gambar
Sejarah panjang seni gambar di Indonesia telah mengakar sejak zaman prasejarah, melalui lukisan goa yang sudah berusia ribuan tahun, hingga karya-karya seni rupa modern yang kini mengglobal. Namun, dalam konteks Indonesia saat ini, seni gambar tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi estetika, tetapi juga sebagai media yang sangat potensial untuk mengkritisi isu-isu kontekstual yang berkembang dalam masyarakat. Melalui tema besar “ Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia ”, kita dapat menggali lebih dalam bagaimana seni gambar dapat membangun dan mengembangkan potensi lokalitas, sekaligus menjadi ruang untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa ini. Indonesia, dengan ribuan pulau, bahasa, suku, dan budaya yang beragam, menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi seni gambar untuk mencerminkan keberagaman yang ada. Tema “ Indonesia Menggambar - Menggambar Indonesia ” membuka ruang yang luas bagi masyarakat dari berbagai daerah un...

MENELISIK API, PERHATIAN, SENJA, DAN SPIRITUAL EKOLOGIS. Oleh Cholsverde (Pegiat Gugum Tapa, Seniman Teater dan Drawing Performance)

Gambar
Pameran tunggal Tiang Senja yang berjudul "Api dalam Titik Perhatian," yang berlangsung di Soboman 219 Art Space, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dari 21 hingga 31 Agustus 2024, merupakan manifestasi mendalam dari eksplorasi artistik terhadap hubungan antara manusia dan lingkungan. Dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari seniman, mahasiswa, hingga publik umum, dan menandai keterlibatan Senja dalam isu-isu lingkungan melalui karya seni, pameran ini diselenggarakan juga dengan turut serta kerja artistik Senja dengan penulis pameran: Arami Kasih , dan diresmikan oleh seniman perempuan Arahmaiani , bukan hanya berupaya menampilkan karya seni tetapi juga menegaskan sebuah dialog kritis mengenai isu-isu ekologis yang mendesak. foto : (dari kiri) Tiang Senja, Arami Kasih, Arahmaiani Tiang Senja, seorang seniman perempuan muda yang dikenal dirinya dengan seni abstrak, menggunakan pameran ini sebagai platform untuk mengekspresikan kegelisahan dan refleksi pri...