Postingan

Catatan Reflektif : MERAWAT RUANG JEDA

Gambar
Catatan Reflektif: Merawat Ruang Jeda Oleh Edo Pop JOGJA| Minggu malam, 19 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, Bale Black Box Laboratory, Sewon Bantul Jogja, mulai dipenuhi orang-orang yang datang dari berbagai latar belakang. Ruang seni yang didirikan pada 2024 oleh perupa Galam Zulkifli, bersama pasangan suami istri Pungkas Nugroho dan Dewi sebagai pengelola sekaligus penggerak ruang, hadir sebagai ikhtiar menghadirkan tempat bagi perjumpaan, percakapan, dan tumbuhnya praktik seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Malam itu pameran Ruang Jeda: “ LEPASKAN ” dibuka oleh Dr. Syamsul Barry, S.Sn., M.Hum., akademisi ISBI Bandung. Setelah sambutan dan seremoni pembukaan selesai, para pengunjung perlahan memasuki ruang pamer. Pada saat itulah perhatian saya mulai bergeser. Saya tidak lagi melihat pembukaan sebagai sebuah acara, melainkan sebagai sebuah peristiwa kehidupan. Orang-orang bergerak perlahan di antara karya. Percakapan kecil muncul di berbagai sudut ruang. Sebagian berdir...

Ruang yang Berpindah Catatan Reflektif: Membaca Ruang Diri

Gambar
Ruang yang Berpindah Catatan Reflektif: Membaca Ruang Diri Oleh Edo Pop Dulu saya menganggap gagasan bahwa manusia sesungguhnya hidup melalui perjumpaan hanyalah sebuah renungan filsafat yang indah. Bertahun-tahun kemudian, saya mulai merasakan kebenarannya. Sebab setiap perjumpaan tidak sekadar menghadirkan orang lain ke hadapan kita, tetapi juga perlahan mengubah cara kita memandang diri sendiri dan dunia yang kita huni. Barangkali karena itulah saya juga mulai memahami bahwa sebuah studio bukan pertama-tama soal bangunan, melainkan tentang kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Saya tidak pernah benar-benar percaya bahwa sebuah studio adalah bangunan. Selama bertahun-tahun saya berkarya di rumah bersama Tiang Senja dan Arus Siang. Orang-orang mengenalnya sebagai Setara Art Studio, tetapi bagi kami studio itu tidak pernah dibatasi oleh dinding, meja kerja, atau rak tempat menyimpan cat dan kanvas. Studio tumbuh dari kebiasaan hidup bersama. Ia hadir dalam percakap...

Pameran “Sangkan Paraning Gambar” Hadir di Magelang, Membaca Kehidupan Lewat Garis dan Jejak Batin

Gambar
MAGELANG, JAWA TENGAH — Sebuah pameran drawing bertajuk Sangkan Paraning Gambar akan digelar di Loka Budaya Kota Magelang mulai 30 Mei hingga 6 Juni 2026. Pameran ini menghadirkan tujuh perupa, yakni Cholil Ipeh, Cipto Purnomo, Kaji Habeb, Oetoeng Noe, Tomi MRDK, Wahudi, dan Yogi Setiawan. Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari seniman, komunitas budaya, instansi terkait, hingga masyarakat umum. Acara pembukaan dibuka langsung oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono. Berlokasi di kawasan Alun-alun Selatan No. 9 Kota Magelang, pameran ini menawarkan pendekatan berbeda terhadap drawing. Gambar tidak diposisikan semata sebagai bentuk visual, melainkan sebagai medium refleksi batin dan cara manusia membaca kehidupan. Presiden Indonesia Raya Menggambar sekaligus penulis pengantar pameran, Edo Pop, menjelaskan bahwa sejak awal peradaban manusia, gambar telah menjadi bahasa pertama ...

Pameran “Anak & Seni Rupa” Hadirkan Dunia Imajinasi Anak di Rumah DAS

Gambar
YOGYAKARTA — Dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar 2026, komunitas Rumah DAS bersama Gores Warna dan Gores Kreatif menghadirkan pameran bertajuk “Anak & Seni Rupa” yang dipresentasikan di Rumah DAS, Yogyakarta. Pameran dibuka pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 15.00 WIB dan diresmikan langsung oleh Laretna T. Adishakti. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan meriah dengan penampilan dari Lab. Sariswara yang menambah nuansa kreatif dalam perhelatan tersebut. Pameran digelar di Yayasan Rumah DAS milik perupa ternama Dyan Anggraini yang beralamat di Jl. Matematika No.28 B, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan beragam estetik gambar anak-anak sebagai ruang ekspresi, imajinasi, sekaligus keberanian mereka dalam berkarya melalui seni rupa. Melalui garis, warna, dan bentuk yang spontan, karya-karya tersebut menghadirkan cara pandang anak terhadap dunia di sekitarnya secar...

Menghidupkan Budaya Gambar, Go Art Gelar Pameran “Utthāna” di Yogyakarta

Gambar
YOGYAKARTA — Pameran seni gambar dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar digelar di Kagungan Dalem Museum Wahana Rata, Jalan Rotowijayan, Kadipaten, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta. Pameran yang diinisiasi komunitas Go Art ini menghadirkan ratusan karya gambar dari 53 perupa. Beragam karya yang dipamerkan merefleksikan kehidupan sehari-hari, realitas sosial, hingga dinamika budaya masyarakat. Pembukaan pameran berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB dan dihadiri para perupa, komunitas gambar, pegiat seni, serta masyarakat umum. Acara dibuka langsung oleh Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soepratno, MM, anggota DPD RI. Pada pamerannya kali ini, Komunitas Go Art Yogyakarta menawarkan tajuk “Utthāna” yang berarti bangkit. Dalam konteks menggambar, utthāna bukan sekadar aktivitas menciptakan rupa, melainkan sebuah proses membangunkan ingatan, rasa, dan kesadaran manusia terhadap dirinya sendiri maupun dunia di sekitarnya. Melalui pameran ini, gambar dipah...