Postingan

Menampilkan postingan dengan label Edo Pop

Dunia Kreatif Anak: Ketika Kepolosan Menjadi Komoditas

​ Dunia Kreatif Anak: Ketika Kepolosan Menjadi Komoditas Oleh Edo Pop Masih terbayang oleh saya, belasan tahun lalu, ketika anak saya masih kecil, jauh sebelum kemudian ia memilih kuliah di bidang seni rupa. Pada masa itu, saya sering melihatnya menggambar dengan pensil di atas selembar kertas. Ia menggambar tanpa banyak pertimbangan mengenai benar atau salah, baik atau buruk, ataupun bagus atau tidak bagus. Garis-garis yang dibuatnya terkadang belum membentuk sesuatu yang mudah saya kenali. Ada bentuk yang tampak belum selesai, garis yang berhenti secara tiba-tiba, dan bidang-bidang yang bagi pandangan orang dewasa seolah tidak memiliki hubungan satu sama lain. Namun, ia menggambar dengan keyakinan penuh, seolah-olah apa yang sedang dibuatnya memiliki dunia dan makna tersendiri. Sebagai seorang pelukis, tentu saya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan saya mengajarinya berbagai hal mengenai menggambar. Saya dapat memperkenalkan perspektif, proporsi, komposisi, warna, a...

Catatan Reflektif : MERAWAT RUANG JEDA

Gambar
Catatan Reflektif: Merawat Ruang Jeda Oleh Edo Pop JOGJA| Minggu malam, 19 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, Bale Black Box Laboratory, Sewon Bantul Jogja, mulai dipenuhi orang-orang yang datang dari berbagai latar belakang. Ruang seni yang didirikan pada 2024 oleh perupa Galam Zulkifli, bersama pasangan suami istri Pungkas Nugroho dan Dewi sebagai pengelola sekaligus penggerak ruang, hadir sebagai ikhtiar menghadirkan tempat bagi perjumpaan, percakapan, dan tumbuhnya praktik seni yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Malam itu pameran Ruang Jeda: “ LEPASKAN ” dibuka oleh Dr. Syamsul Barry, S.Sn., M.Hum., akademisi ISBI Bandung. Setelah sambutan dan seremoni pembukaan selesai, para pengunjung perlahan memasuki ruang pamer. Pada saat itulah perhatian saya mulai bergeser. Saya tidak lagi melihat pembukaan sebagai sebuah acara, melainkan sebagai sebuah peristiwa kehidupan. Orang-orang bergerak perlahan di antara karya. Percakapan kecil muncul di berbagai sudut ruang. Sebagian berdir...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...

Catatan Apresiasi: Ekspresi dan Impresi pada Rupa 3 Rupa

Gambar
----- Oleh: Edo Pop, pengiat Gugum tapa Yogyakarta. *** (Yogyakarta, April 2026) . Tajuk pameran “Rupa 3 Rupa” menampilkan tiga seniman: Afnan Malay, Kaji Habeb, dan Luwi Darto, masing-masing dengan gaya khas yang berbeda. Pameran ini tidak hanya menandai perbedaan, tetapi juga merayakan keragaman perspektif dalam mengolah pengalaman menjadi bahasa visual. Mereka menghadirkan praktik artistik yang lahir dari kedalaman batin, memori, dan lingkungan, membentuk identitas artistik yang melekat pada setiap karya. Diselenggarakan di Jiwa Galeri pada 3–28 April 2026, pameran ini membuka sebuah ruang di mana ekspresi dan impresi saling bersentuhan, menghadirkan percakapan halus antara batin, pengalaman, dan persepsi. Sebagian karya tampil sebagai luapan makna yang kuat, sementara yang lain meninggalkan jejak rasa yang lembut, mengundang pengunjung untuk meresapi setiap lapisan emosi dan ide. Lebih dari sekadar menampilkan bentuk visual, pameran ini mengajak setiap pengunjung mena...