Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tiang Senja

Ruang yang Berpindah Catatan Reflektif: Membaca Ruang Diri

Gambar
Ruang yang Berpindah Catatan Reflektif: Membaca Ruang Diri Oleh Edo Pop Dulu saya menganggap gagasan bahwa manusia sesungguhnya hidup melalui perjumpaan hanyalah sebuah renungan filsafat yang indah. Bertahun-tahun kemudian, saya mulai merasakan kebenarannya. Sebab setiap perjumpaan tidak sekadar menghadirkan orang lain ke hadapan kita, tetapi juga perlahan mengubah cara kita memandang diri sendiri dan dunia yang kita huni. Barangkali karena itulah saya juga mulai memahami bahwa sebuah studio bukan pertama-tama soal bangunan, melainkan tentang kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Saya tidak pernah benar-benar percaya bahwa sebuah studio adalah bangunan. Selama bertahun-tahun saya berkarya di rumah bersama Tiang Senja dan Arus Siang. Orang-orang mengenalnya sebagai Setara Art Studio, tetapi bagi kami studio itu tidak pernah dibatasi oleh dinding, meja kerja, atau rak tempat menyimpan cat dan kanvas. Studio tumbuh dari kebiasaan hidup bersama. Ia hadir dalam percakap...

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

Gambar
Bagi Tiang Senja, kategori substansial dalam proses penciptaan bukan semata pada teknik atau medium, melainkan pada gagasan dan tema yang terus ia ulik melalui lelaku kreatif. Ia memadukan berbagai unsur rupa menjadi kesatuan yang artistik, unik, sekaligus khas. Finalitas dari kerja kreatif itu terletak pada ekspresi bebas yang sangat personal, yang baginya lebih penting daripada sekadar mengikuti standar estetik yang baku. Karya Tiang Senja : Menakar Hujan, Seni Instalasi, pada pameran The Story of Giri Séla Kandha,  Jogja Gallery | 10–20 Agustus 2025 Seni dalam pandangan Tiang Senja adalah ruang permainan yang menyenangkan, tempat ia merasa paling nyaman dalam mengambil keputusan artistik. Ia menolak keterikatan pada konvensi, bahkan mengabaikan “kearifan eksistensi” yang seringkali menuntut seniman tunduk pada fungsi moral, sosial, atau politis. Baginya, mengabaikan kebebasan mencipta sama artinya dengan meniadakan...