Mengintip Subjek yang Berkuasa, oleh : Edo Pop - Pameran Tunggal Onar
Ide pameran tunggal yang dengan sengaja ia rancang setahun dua kali dan akan dilaksanakan secara terpisah. Pameran akan dikemas dalam dua narasi tema yang berbeda namun saling terkait secara linier dan saling melengkapi, di samping pameran dihasratkan bagian ikhtiar kesenian, seperti sepenggal do’a penghormatan untuk cinta dan kebahagiaan keluarga kecilnya dalam membentuk ”mental kehidupan yang lebih baik” bersama anak dan istrinya.
Dalam satu kesempatan Onar mengungkapkan latar belakang tajuk pameran “Arslan”. Sebenarnya ia merceritakan : “tema pameran ini sebagai cermin ungkapan perasaan dan ingatan dari kisah panjang hidup di dalam masa kecil yang jauh dari bahagia. Sejak aku hidup dalam berumah tangga dan memiliki anak laki-laki. Aku sering kali, merasa pesimis memandang hubungan pria dan wanita dalam keseharian. Kerap kali aku dilanda perasaan cemas dibayangi oleh kehidupan masa lalu. Aku ingin anakku mendapatkan kasih sayang yang utuh setiap ada kesempatan menemani anakku bermain. Aku dihantui perasaan takut kehidupan anakku kelak akan berulang seperti kehidupan masa kecilku. Aku selalu terbayang-terbayang, ingat pada masa kecil di usia enam tahun penuh kehidupan yang menyesakan dada penuh dendam dan amarah. Hidup yang dibesarkan dalam keluarga yang pincang.
Kala itu, aku mengerti prihal Kedua orang tua telah bercerai dan mereka berpisah untuk memilih hidup dengan cara masing-masing. Aku merasa langit runtuh, bumi tempat aku berpijak pun terasa bergoyang dan untuk sesaat aku merasa dunia berhenti. Peristiwa yang menjadi pukulan yang sangat berat bagi ku, aku merasa hidup ini tak adil untukku. Aku selalu bertanya dalam hatiku, kenapa aku tidak bisa merasakan kebahagiaan yang orang-orang lain rasakan? memiliki keluarga yang sempurna, mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua. Hidup sehari-hari aku merasa hilang keceriaan hidup dalam kecemasan, kemarahan, kebingungan tidak punya jalan keluar mengatasi emosi kenyataan hidup dalam ketakutan sepanjang waktu yang sedang aku hadapi.
Ketakutan batin semacam ini lebih tak tertahan dari pada sakit fisik. Ikhlas hanyalah sebuah kata tapi tidak sampai meresap kedalam hati. Hanya ada rasa kehancuran di hati, merasa ditinggal sendiri di dunia ini. Berminggu-minggu, aku mengurung diri di dalam rumah, meratapi kesendirian. Aku hanya bisa diam-diam bersembunyi dikamar sambal menangis. Hampir setiap hari aku mendengar kedua orang tua saling berdalih dengan kebenaran dan saling jengkal karena perbedaan. Sehingga hidupku lebih jadi tidak percaya diri, menjadi pendiam, pasif dan sibuk dengan pikiran kecil yang cenderung sulit bergaul dalam kehidupan sosial. Di waktu yang lain saya kadang-kadang marah secara mendadak, menjadi agresif dan sensitif jadi gampang tersinggung yang tidak tahu alasannya. Hari demi hari akhirnya aku berusaha menerima kenyataan kehidupanku yang kacau karena penceraian orang tuaku. Masa kecilku lebih memilih untuk tinggal besama ayahku dirumak kakek". Onar mengakhiri cerita singkatnya dengan sedikit mata memerah, tampak ada seberkas kilatan mata yang memendam marah dan menyimpan dendam yang disembunyikannya.
Dalam hatinya Onar bergumam semoga kelak anaknya tidak akan mengalami hal yang sama. Kiranya dapat di pahami, kalau mata subyek dalam setiap lukisannya selalu digambar dengan warna hitam, baik objek manusia maupun bintang. Mata dibikin bulat begitu saja dengan warna hitam legam tanpa sisa warna putih dan kebeningan yang memberi kesan hampa dan nyaris tanpa harapan. Mata berupa "lubang kecil" hitam yang tidak dapat melirik, berkedip, dan meneteskan air mata dari jiwa pikiran maupun perasaan sangat berat yang sedang menanggung ingatan. Mata hitam yang menyimpan sebuah rahasia hidup dalam dendam maupun ketakutan karena narasi hidup yang pahit, gelap dan selalu bergerak dalam ingatnya membuat traumatik. Traumatis yang menimbulkan konsekuensi seumur hidup baginya secara fisik, mental, dan sosial. Boleh jadi, mata sebagai penanda traumatik yang semasa kecilnya. Pada bagian ini tampak di balik komposisi dan jalinan elemen-elemen visual yang membebaskan bentuk terdapat pesan dan spirit, imaji,
kreativitas, harapan dan potensi
tersembunyi di dalam diri Onar yang disampaikan. Onar yang memerlukan penyaluran agar dapat termanifestasi menjadi karya-karya yang menggunakan bahasa metafora. Visual yang digunakan sebagai kamuflase untuk membawa dan penderitaan pahit yang direpresi menjadi suatu pengalaman nyata antara perasaan cinta dan kebenciannya melalui sublimasi artistik pada karya lukisnya. Proses ini akan membantu Onar menggambar dari dalam diri, bukan menggambar dari apa yang dilihat nggam agar lebih mengenal eksistensial dirinya
Tak dapat disangkal, ada kesan mata hitam membawa imajinasinya ke banyak hal yang tak mungkin digapai oleh mata terbuka. Mata subyek yang menghadirkan dunia dalamnya baik secara eksplisit maupun implisit pada obyek-obyek yang di imajikannya berupa manusia dan binatang.
Melalui bentuk-bentuk unik dan warna yang cerah, sebaliknya ia ingin menceritakan pengalaman dari lintasan peristiwa memori masa lalunya sebagai representasi dunia persepsi imajinya dalam ketegangan-ketegangan akan kekurangan eksistensial yang secara terus-menerus berlangsung sepanjang hidupnya. Menurut pandangannya, berkarya adalah merupakan usaha untuk menemukan ketidaksadaran subjek dalam mencari keutuhan maupun kepenuhan eksistensi masa lalu dirinya. Masa lalu yang asing, hitam dan abuh-abu, tapi mencerahkan melalui selera estetik dalam karya lukis yang bergaya doodle, ia memproyeksikan perasaan-perasaan yang tidak meng-enakan itu jadi hal yang menyenangkan. Di mana subjek-subjek yang ada di dalamnya digambarkan atau dibayangkan memiliki identitasnya sebagai subjek yang bicara untuk mewujudkan dirinya melaui bahasa rupa. Subyek yang merasa terkucilkan dan tidak berdaya menemukan ruang permainan bahasa. Penggambaran subyek itu menyiratkan makhluk hidup yang bergerak dan berpikir serupa mesin, serba otomatis untuk merealisasikan diri sebagai individu untuk memuaskan dahaga rasa kreatifnya menemukan media ungkap. Di tinjau dari sisi narasi di atas, konteks karya Onar saya kira dapat dicermati lebih jauh. Dalam kualitas intrinsik karya Onar yang bermuatan simbolik tentu penafsiran makna karya tidak cukup hanya dianalisa secara formal dari wujud visualnya saja, Namun kedalaman maknanya perlu lebih digali antara relasi antara objek dengan subyek yang menghadirkan makna "konotatif" tentang ide atau gagasan yang bersumber dari pengalaman personal yang tampak pada tampilan kualitas intrinsiknya. Seperti halnya terlihat upayanya membangkitkan atau mengaktifkan kembali memori masa lalunya untuk menghadirkan kembali peristiwa traumatik yang direpresi. Melalui karya lukis yang dibuatnya, melihat dunia kenyataan hari ini melalui kaca mata dalam kehidupan kejiwaan masa kanak-kanak. Karyanya melahirkan karakteristik tampilan visual yang tak lazim, seperti: fragmentasi, inkoheren, kontradiksi dan disunity. Dengan kualitas intrinsik, kualitas perasaan diri tidak diragukan lagi mempengaruhi subyek yang bebas mengungkapkan gagasan dan perasaannya dalam kemerdekaan karyanya.
Tanpa disadari ia mengabaikan hukum perspektif maupun komposisi dalam menghadirkan objek, warna bentuk yang beragam, acak dan tumpeng tindih. Layaknya pengalaman secara mental di dalam pikiran maupun ingatan yang muncul tanpa keteraturan yang terkadang muncul begitu saja menginspirasi lukisan-lukisan Onar dalam bentuk simbol-simbol yang sifatnya personal. Terbayanglah suasana perasaan pengalaman personalnya sebagai kanal dari arus bolak-balik yang mengalirkan hasrat subjek yang terbelah, antara yang kasat mata dan imaji dalam melahirkan hasrat gagasan yang tak pernah habis dan terpuaskan. Dalam situasi seperti ini proses perwujudan gagasan Onar selalu bergairah dalam menampilkan idiom-idiom tertentu. Idiom yang dilahirkan dari mengikuti arah imaji dari gerakan perasaan yang spontan dalam menyusun penampakan visual yang sedang di kukuhkan. Yakni berupa pesan dari apa-apa yang memiliki keterkaitan dengan sedang dirasakan secara personal, khas, dan unik. Dan pada gilirannya melalui strategi estetis semacam ini, sebagai ruang dinamika dalam memberi arti visual yang personal tentunya akan lebih mudah dalam menjelmakan serangkaian kode-kode simbolik.
Karyanya menarik karena kesederhanaan dan keunikan artikulasi struktur tanda yang bersifat metaforis dan sekaligus simbolis. Dalam kaitannya dengan struktur ketidaksadaran yang ditinjau dari hubungan interpsikis subyek dengan dinamika interpersonal yang terjalin antara subjek dengan pengalaman yang terus menghantui dan melekat tentang keluarganya di masa lalu hingga kini akan tetap menarik dinikmati, Seperti tajuk pameran sebelumnya mengetengahkan narasi-narasi visualnya yang kelam dengan menyimpan daya cekam dalam memahami keunikan tanda-tanda visual yang merefleksikan ekspresi dari perasaan, pikiran dan pengalaman ketidaksadaran. Tapi sekarang menjadi sedikit beda, dengan merambat pelan tapi pasti Onar tinggalkan melalui pandangan kontemporer yang menyoal realitas dan representasi metafora sekaligus menutupi prihal penderitaan secara sadar pada pikiran. Yang menarik pada tajuk pameran sekarang ini, "Cahaya Di Ujung Gelap adalah tajuk pameran yang mengandung metafora pengharapan terhadap suasana individualitas yang ditandai dengan ciri karakter paradoks dan determinasi gelap yang menyelimuti batin, membutakan mata hati dan melunturkan semangat hidup bagi Onar. Seperti sebuah kenyataan gelap yang menjorok ke tengah wilayah hatinya. Hati yang memiliki bilik-bilik berpintu jeruji tanpa cahaya kelam dan hitam yang terpercik dari alam bawah sadar, Semoga Onar senantiasa sensitif menjaga ekspresi realitas pengalaman bahasa kreatif terkini agar kelak kekuatan dan keindahan karya itu bisa menghantar sarat ungkapan jiwa yang bebas ke depan dan bisa menawarkan kepada kita di luar hubungan dan konflik antara individu dan keluarga. Akan tetapi semacam menawarkan subtansi dari tanda-tanda bukan abstraksi saja, melainkan fragmen-fragmen dalam representasi penjelajahan imajinasi sosial sebebas bebasnya yang dapat menampakkan setitik cahaya kemanusiaan. Meskipun setitik cahaya ketika datang justru semakin luas dapat berpendar ke segala arah dalam suasana yang sangat gelap kehidupan.
Selamat Menikmati.
Komentar
Posting Komentar