MENDULANG KARSA DIANTARA DUA KOMUNITAS. Oleh: Edo Pop, penggiat FDI dan Gugum Tapa Yogyakarta

Prolog tentang Hari dan Mei Bulan Menggambar Nasional.
Tak terasa Hari Menggambar Nasional dan Bulan Menggambar Nasional, telah memasuki tahun ketiga. Setelah Forum Drawing Indonesia dan sekitar 250 komunitas seni yang tersebar di Indonesia mendeklarasikan dan merayakan Hari Menggambar Nasional yang ditetapkan pada 2 Mei 2022. Deklarasi oleh 250 Komunitas tersebut digemakan bersama di tanggal 14 Mei 2022, di setiap titik komunitas berada. Hingga setelah deklarasi dilaksanakan, seluruh seniman dan komunitas menggelar kegiatan menggambar mulai dari menggambar bersama, pameran seni gambar, diskusi dan seminar tentang gambar, serta workshop maupun performance. Memasuki tahun kedua pada tahun 2023, Perayaan Hari Menggambar Nasional, dan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional. Mengetengahkan tajuk "Bergembira Menggambar yang saat itu diharapkan perayaan Hari Menggambar Nasional dan Mei Bulan Menggambar Nasional dapat mengakumulasi seluruh lapisan masyarakat. Artinya dalam perayaan di tahun kedua tersebut dari tajuk "Bergembira Menggambar menjadi ajang kegiatan kreatif yang tak hanya dilakukan oleh seniman saja, namun siapapun boleh terlibat, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pondok Pesantren, Madrasah, Mahasiswa, Guru, Dosen. Orang Tua Siswa, Pejabat Pemerintah. Petani, Pedagang, Pekerja Pabrik, dan Semuanya dapat merayakan dengan suka cita dan bersama-sama. Seluruh kegiatan di harapkan akan menjadi proses pembelajaran dan ruang inklusif anak anak, orang dewasa maupun masyarakat dalam mengembangkan potensinya. Mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui kesenian dan pemikiran, menghargai keberagamaan untuk menghidupkan mutu kebebasan berpikir. Hal tersebut terjadi dan banyak mendapatkan respon positif oleh kalangan pihak masyarakat manapun, terutama juga para pakar seniman yang mau untuk mengajak pendidikan ataupun masyarakat sekitarnya untuk merayakan Hari dan Bulan Menggambar Nasional 2023 kemarin menjadi lancar dan sukses.
Di Tahun 2024 ini kembali lagi kita bersama-sama sama merayakan Hari Menggambar Nasional 2 Mei dan Mei Bulan Menggambar Nasional tanpa memberikan tajuk tertentu oleh perintis di Grup FDI dan Indonesia Menggambar seperti tahun-tahun yang lalu. Secara sederhana diharapkan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang akan merayakan Hari Menggambar Nasional 2 Mei dan Mei Bulan Menggambar Nasional tahun ini, dapat merayakan dengan bebas tanpa tajuk utama, dan tajuk dikembalikan kepada setiap komunitas maupun lembaga yang akan merayakan. Hal itu dibuat supaya kita dapat memaknai tema secara mandiri dengan setiap bentuk konsepsi acara kegiatan yang akan digagas dan dilaksanakan. Tak lain juga setiap pihak dapat menyuarakan kedekatan ataupun identitasnya sesuai dengan kondisi sosial dan budaya masing-masing dalam keberagaman masyarakat Indonesia, untuk menjadi ruang dinamika dan dialog bersama antar komunitas, lembaga, dan publik dengan momen bersama: Hari dan Bulan Menggambar Nasional 2024. Serta tetap menjalin kabar, informasi, dan silaturahmi dalam INDONESIA MENGGAMBAR 2024 sebagai forum bersama untuk saling menghargai, memotivasi, menginspirasi, mengapresiasi dan mengikat tali silaturahmi dari lintas wilayah maupun provinsi

Diharapkan di Bulan Mei 2024 ini, kegiatan dapat hadir secara kebersamaan memupuk kreativitas imajinasi ekspresi dalam perbedaan apapun. Kita semua mampu untuk berekspresi serta berkreasi dengan imajinasi, dan siapapun dapat melakukannya dengan bebas merdeka. Selain itu, juga diharapkan untuk bisa mengungkapkan apa saja dan segala sesuatu dengan berani, karena gambar adalah bagian dari bahasa, sarana komunikasi, pendidikan, kreativitas, serta spiritual dan lokalitas untuk melepaskan segala sesuatu yang terpendam dalam rasa, pikiran atau gagasan-gagasan tanpa beban dalam mengasah, mengasuh, dan menjaga kecerdasan. Terus aktif serta kritis melalui bahasa gambar yang selalu kita rayakan setiap bulan Mei.

Tak bisa disangkal Hari Menggambar Nasional dan Bulan Menggambar Nasional telah menjadi gerakan bersama antar komunitas, lembaga dan masyarakat secara luas di tingkat skala nasional. Gerakan kesenian sekaligus gerakan kultural yang meletakkan Pancasila sebagai titik integrasi kultural nasional dari ke-bhineka-an bangsa kita. Dengan demikian, semua kegiatan perayaan Hari Menggambar Nasional 2024 pada bulan Mei 2024 merupakan gerakan seni yang bersih yang dengan tegas tidak memperbolehkan untuk menyertakan atau ditumpangi simbol/atribut partai politik apapun. Namun mengingat kegiatan perayaan Hari Menggambar Nasional 2024 ini juga memerlukan dukungan, maka dibolehkan kepada semua pihak yang terlibat perayaan untuk mencari sponsor atau sumbangan dana dari pihak swasta maupun pemerintah. Akan tetapi, dalam pengelolaan keuangan untuk kegiatan tersebut, baik berasal dari uang kas organisasi kelompok/ komunitas maupun dari bantuan sponsor swasta pemerintah perorangan, tetaplah diwajibkan mengedepankan prinsip-prinsip anti korupsi. Hal itu perlu dilakukan agar tidak terjadi korupsi di kalangan seniman sehingga tidak menimbulkan citra buruk kebencian, dan perpecahan yang merugikan visi-misi gerakan perayaan Hari Menggambar Nasional 2 Mel dan Bulan Menggambar Nasional.


DRAWING DESA DAN HARI MENGGAMBAR NASIONAL.

Seperti halnya pada Komunitas Drawing Desa dari Bojonegoro. Secara formal berdirinya Komunitas Drawing Desa terbentuk dan dibentuk pada bulan Mei, juga bermula merespon Hari Menggambar Nasional 2 Mei 2022 yang diinisiasi oleh Dhadang Setya Budi. Secara bersamaan komunitas Drawing Desa mengikrarkan diri berdiri sekaligus ikut bersama 250 komunitas seni seantero Indonesia. Pada tanggal 14 Mei 2022 saat itu, mendeklarasikan dan menetapkan tanggal 2 Mei 2022 sebagai Hari Menggambar Nasional dan Mei Bulan Menggambar Nasional.
Komunitas Drawing Desa berasal dari kota Bojonegoro di wilayah Jawa Timur. Kota kecil yang dialiri bantaran sungai Bengawan Solo di tepi utara yang berbatasan dengan kota Tuban, di sebelah selatan dekat gunung kecil bernama gunung Pandan. Jauh sebelumnya, Drawing Desa didirikan, Dhadang sudah rutin mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang berminat sama untuk saling belajar menggambar. Intensitas pertemuan dan pertemanan tersebut secara alami sudah terjadi relatif cukup lama. Namun semenjak dibentuknya Komunitas Drawing Desa secara formal segera menarik perhatian banyak peminat pelaku kesenian di Bojonegoro. Para pelaku kesenian banyak yang antusias hingga diluar dugaan banyak yang tertarik untuk ikut bergabung. Jauh dari perkiraan niat awal ketika membuat ruang sekedar kebutuhan untuk interaksi. Dengan didasari pemikiran sederhana yakni membangun ruang agar bisa berkumpul bagi yang suka dan gemar menggambar untuk sama-sama saling dapat belajar.

Berdirinya Komunitas Drawing Desa menjadi titik awal bagi banyak pelaku kesenian untuk memulai melakukan kegiatan seni bersama-sama. Hingga kini anggota komunitas di dalamnya terdapat sekitar belasan orang anggota yang terdiri dari lintas generasi tua, muda maupun laki-laki dan perempuan, yang mayonitas berasal dari otodidak ketimbang akademisi seni rupa. Dalam aktivitas kreatif mereka berkarya dengan beragam menggunakan teknik, gaya maupun tema. Memilih bentuk seni Drawing, Street Art dan Videografi. Dari segi gagasan dan tema, cara berkarya mereka banyak yang memiliki kecenderungan sangat kental menggarap unsur-unsur dari tema-tema sosial dan budaya lokal. Komunitas Drawing Desa telah menjadi ruang proses berkarya bersama bagi kalangan muda dan masyarakat umum. Belajar dengan teknis yang sederhana tentang bagaimana teknik menggambar, menggagas tema dan mengeksplorasi bentuk estetis. Komunitas Drawing Desa telah diyakini menjadi ruang dinamika kesenian yang sedang mereka tekuni, ruang berkomunikasi dan berdialog tentang gagasan dan pertukaran pemikiran antar individu satu dengan yang lainnya atau komunitas dengan komunitas yang juga merupakan bagian dari seni sebagai sarana interaksi individu dan sosial.

Sejumlah agenda kegiatan yang telah direncanakan secara berkala demi meningkatkan potensi individu yang telah tergabung. Juga dengan program belajar bersama untuk memahami lebih lanjut tentang keberadaan seni drawing sebagai media ekspresi personal Media ekspresi sebagai penempahan potensi yang lebih eksploratif cenderung tidak kaku dan baku. Menjalankan program langgam kerja tentu saja tidak secara ketat dan sistematis belum banyak dilakukan. Baik dari program berkarya bersama, diskusi rutin boleh dikata aktivasi agenda kerja Drawing Desa selama tiga tahun praktis yang dilakukan bertepatan pada Hari Menggambar di Bulan Mei setiap tahunnya.

Meskipun kesenian belum memungkinkan menjadi pergulatan di Komunitas Drawing Desa, ketika pemahaman kesenian harus diposisikan secara proporsional dan profesional dengan dilandasi ideologi-ideologi atau falsafah yang kritis dan obyektif, juga dengan logika yang faktual. Atau menciptakan peristiwa kesenian yang menggerakkan fungsi seni sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan kesenian Kelompok Drawing Desa dapat membangun spirit kesadaran individu ke arah penajaman intelektualitas, sosial, moralitas dan spiritualitas masyarakat Setidaknya, mereka telah berproses belajar estetika yang gampang dicema masyarakat. Dengan kata lain, estetis bentuk drawing realistik, konsep berkesenian yang menghembuskan pada setiap peristiwa kesenian pada refleksi kehidupan kontekstual dengan visual yang sesuai kenyataannya sehari-hari. Disamping itu, diharapkan oleh perintis komunitas, Dhadang, meskipun Komunitas Drawing Desa belum sepenuh menjadi sumber ruang semangat proses belajar berkesenian yang memperkuat menjadi tumpuan untuk meningkatkan potensi seni, kesadaran diri, rasa solidaritas, kerjasama antar anggota komunitas. Di lain sisi yakni memahami kesadaran berkesenian merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang harus dijunjung tinggi sesuai fungsinya dan sebagai khasanah interaksi sosial melalui seni yang dapat memperkokoh jiwa persatuan dan kesatuan bangsa atau masyarakat yang belum dapat berjalan sepenuhnya, la berharap kelak dapat diwujudkan di masa depan, sepatah tutur komentarnya.


PAMERAN BERTAJUK "KAWAN LAMA TIBA SEBENTAR SAJA".
Tajuk Pameran "Kawan Lama Tiba Sebentar Saja", seperti mengisyaratkan pengertian ungkapan yang terkait nilai aktivitas kesenian yang bertemu pada nilai kehidupan. Perpisahan dan pertemuan dilahirkan oleh keadaan waktu, ruang dan tempat terhadap reaksi atas situasi yang tengah dialami. Ungkapan yang cukup emosional ini terkait dengan hubungan sosial kesenian akan lahir dari interaksi yang senantiasa berjalan dengan baik. Interaksi sosial kesenian pada dasarnya adalah hubungan timbal balik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, Intinya bahwa dalam proses interaksi terdapat saling memotivasi dan menginspirasi antara satu dengan yang lain (give and take) melalui berbicara atau saling menukar informasi yang dapat menimbulkan perubahan dalam perasaan dan kesan dalam pikiran dalam merajut silaturahmi

Berdasarkan itu, Tajuk pameran "Kawan Lama Tiba Sebentar Saja" merupakan inisiasi hajatan pertemuan dua komunitas, yakni Komunitas Drawing Desa dari Bojonegoro sebagai Tuan Rumah, dan Komunitas Drawing Koloni yang berasal dari Jogja. Drawing Koloni sendiri juga merupakan bagian dari komunitas yang diikuti dan ditekuni oleh Dhadang, si perintis Komunitas Drawing Desa di tempat la domisili, Bojonegoro. Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi antar kelompok, kolaborasi dan membangun jejaring dalam interaksi untuk menciptakan ruang dialektika wacana gagasan terhadap bentuk estetis, material, teknik, dan pemikiran yang berbeda namun dalam satu bingkai kecenderungan tema yang sama tentang fenomena sosial kemanusiaan.

Komunitas Drawing Desa Bojonegoro Jawa Timur mengundang komunitas Drawing Koloni pameran bersama yang digelar pada tanggal, 26 Mei-31 Mei 2024 di Angkringan Kopitani Bojonegoro. Angkringan Koptani seringkali berfungsi ganda, sebagai ruang dagang sekaligus ruang seni alternatif. Tak kurang lebih, terdapat sejumlah 40 karya yang akan ikut dipamerkan. Adapun peserta pameran dari Komunitas Drawing Desa Bojonegoro kali ini yakni, Agata Iskandar, Ayik Ndalem Garudeyan', Anugrah AH 'Kuru, Dhadang SB, Ekwanto, Puguh Kopitani, Ubay, Sarwomuji, Yuli zedeng, Anf Solo, Bian Crengep. Luhung, Tacia Ruth. Sedangkan dari Komunitas Drawing Koloni Yogyakarta diikuti oleh Arya Pandjalu, Aliem Bakhtiar, Aping, Budi 'Bodhonk Prakoso, Budi Palu, Edo Pop, Mayek

Prayitno dan Pandu Mahendra. Menurut Dhadang, "Langkah ini sesuai dengan visi dari Komunitas Drawing Desa untuk mewujudkan anggota yang aktif, mandiri, kreatif inovatif dan memiliki skill di bidang kesenian dalam hal ini seni drawing. Kali ini pada gelaran pameran yang kedua merangkul kelompok Drawing Koloni dari luar kota Bojonegoro. Di era sekarang ini kolaborasi menjadi sangat penting dalam proses menelurkan gagasan dan tujuan akhirnya untuk menuju visi bersama saling menginspirasi bersama untuk ekosistem jagad seni rupa yang kondusif di Bojonegoro khususnya. Sesederhana apapun bentuk event pameran merupakan cara membangun semangat kebersamaan, kerja bareng dan berjejaring adalah api semangat senantiasa harus dihidupi. Api semangat bersama yang sudah dinyalakan harus terus hidup jangan sampai padam. Ada sebuah ujaran bijak yang harus memegang teguh prinsip dasar kesenian yang digeluti menjadi langkah bersama para penggiat Seni drawing demi masa depan seni rupa Bojonegoro agar benderang".

Dari kegiatan pameran ini, tidak menutup kemungkinan Komunitas Drawing Desa dapat menjadikannya sebagai wahana individu untuk melangsungkan hidup kesenian sebagai penggiat drawing yang lebih aktif. Sehingga Komunitas Drawing Desa dapat menjadi penggiat drawing yang lebih berani dan percaya diri dalam mengembangkan diri, potensi serta aktualisasi diri. Pandangan ini bertolak dan pemikiran bahwa penggiat drawing merupakan makhluk sosial yang tetap memiliki keinginan untuk bergabung dengan orang lain atau keinginan komunitas. Dalam berbagai komunitas kesenian di mana individu yang menjadi anggota-anggotanya seperti keluarga, saling berinteraksi antara satu dengan yang lain baik melalui kontak langsung maupun secara tidak langsung. Proses solidaritas sosial ini sangat penting untuk menjadi dasar mencapai tujuan bersama. Persoalan yang sangat penting dalam kehidupan berkomunitas agar tetap menjaga eksistensi sebuah komunitas adalah bagaimana solidaritas sosial yang terbangun di antara anggota kelompok tersebut sebagai suatu keseluruhan.
Pameran bertajuk "Kawan Lama Tiba Sebentar Saja merupakan bagian dari langkah awal, bukan hanya pada Komunitas Drawing Desa sendiri, namun interaksi sosial dan silaturahmi pada lintas komunitas, salah satunya yakni Drawing Koloni dapat berjalan panjang, baik, dan berkembang. Dari pertemuan karya-karya dalam satu ruang yang siap dipamerkan di Kopitani Bojonegoro ini, adalah semangat bagi kedua anggota komunitas untuk saling bergandengan tangan, khususnya dalam dunia drawing maupun gambar sebagai media penyampaian estetis dari setiap gagasan para pameris. Semoga dari pameran kali ini, semangat berkesenian akan semakin tumbuh pada setiap anggota. Selamat kepada kedua komunitas, Komunitas Drawing Desa Bojonegoro X Komunitas Drawing Koloni Jogja. Selamat Merayakan Hari dan Bulan Menggambar Nasional 2024.

Yogyakarta, 20 Mei 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMORI DAN WARNA Khas Gabrielle

Tiang Senja : Estetika Kebebasan, Refleksi Subjektif, dan Dialektika Urban

MENELISIK API, PERHATIAN, SENJA, DAN SPIRITUAL EKOLOGIS. Oleh Cholsverde (Pegiat Gugum Tapa, Seniman Teater dan Drawing Performance)