Pameran “Anak & Seni Rupa” Hadirkan Dunia Imajinasi Anak di Rumah DAS
YOGYAKARTA — Dalam rangka perayaan Bulan Indonesia Menggambar 2026, komunitas Rumah DAS bersama Gores Warna dan Gores Kreatif menghadirkan pameran bertajuk “Anak & Seni Rupa” yang dipresentasikan di Rumah DAS, Yogyakarta.
Pameran dibuka pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 15.00 WIB dan diresmikan langsung oleh Laretna T. Adishakti. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan meriah dengan penampilan dari Lab. Sariswara yang menambah nuansa kreatif dalam perhelatan tersebut.
Pameran digelar di Yayasan Rumah DAS milik perupa ternama Dyan Anggraini yang beralamat di Jl. Matematika No.28 B, Tiyosan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan beragam estetik gambar anak-anak sebagai ruang ekspresi, imajinasi, sekaligus keberanian mereka dalam berkarya melalui seni rupa. Melalui garis, warna, dan bentuk yang spontan, karya-karya tersebut menghadirkan cara pandang anak terhadap dunia di sekitarnya secara jujur dan penuh kebebasan.
Selama pameran berlangsung, berbagai kegiatan dan aktivasi kreatif turut dihadirkan dan terbuka untuk umum. Pameran berlangsung mulai 24 Mei hingga 2 Juni 2026 dengan jam kunjung setiap hari pukul 11.00–17.00 WIB.
Rumah dmDAS menggelar pameran karya hasil workshop menggambar sebagai ruang apresiasi sekaligus pertemuan ide-ide visual dari para peserta.
Ketua Komunitas Gores Warna, Chamit Arang, menyampaikan bahwa pameran ini menghadirkan berbagai karya yang lahir dari proses belajar, eksplorasi teknik, hingga keberanian peserta dalam mengekspresikan pengalaman dan imajinasi melalui garis dan bentuk.
Hal senada disampaikan Karen dari Komunitas Gores Kreatif. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kreatif yang terbuka bagi siapa saja untuk mengenal dan mendalami seni gambar secara lebih dekat. Tidak hanya menampilkan hasil akhir, pameran juga merekam proses pencarian artistik yang tumbuh selama workshop berlangsung. Senada Karen Hardini ketua komunitas Gores Kreatif menyampaikan bahwa pameran ini bukan sekadar menghadirkan karya gambar, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seni dapat menjadi bahasa awal bagi anak-anak untuk mengenali dirinya, menyampaikan perasaan, dan membangun keberanian berekspresi. Di ruang seperti inilah seni tidak hanya dipahami sebagai hasil akhir, melainkan proses tumbuh bersama yang mempertemukan keluarga, komunitas, dan masyarakat dalam semangat belajar dan saling menginspirasi.
Sementara itu, Dyan Anggraini, selaku Owner Rumah DAS, mengatakan bahwa karya-karya yang dipamerkan memperlihatkan karakter dan pendekatan yang beragam, mulai dari gambar ekspresif, ilustratif, hingga eksplorasi bentuk-bentuk personal yang lahir dari pengalaman sehari-hari.
“Melalui pameran ini, kami berharap seni gambar dapat terus hidup dan berkembang sebagai medium komunikasi, refleksi, dan kebudayaan visual di tengah masyarakat,” ujarnya.
Perhelatan ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antar komunitas, perupa, dan masyarakat untuk saling berbagi pengalaman kreatif serta memperkuat ekosistem seni gambar yang tumbuh dari ruang-ruang komunitas.
Dalam sambutannya, Laretna T. Adishakti menyampaikan bahwa pameran semacam ini penting untuk terus didorong agar anak-anak memiliki ruang berekspresi sekaligus ruang apresiasi sejak dini. Menurutnya, dunia anak merupakan ruang yang kaya akan imajinasi, kepekaan, dan daya cipta yang perlu dijaga serta dikembangkan melalui kegiatan kebudayaan dan seni.
Ia menilai seni rupa dapat menjadi medium penting bagi anak untuk mengenali dirinya, menyampaikan gagasan, serta membangun keberanian dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya. Karena itu, ruang-ruang kreatif seperti pameran anak dinilai penting sebagai bagian dari proses tumbuh kembang kreativitas dan kebudayaan di tengah masyarakat.
Kehadiran pameran “Anak & Seni Rupa” diharapkan tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya anak-anak, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat untuk lebih dekat dengan dunia kreativitas anak melalui seni gambar.
Presiden Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar, Edo Pop, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Bulan Indonesia Menggambar yang berlangsung setiap tanggal 2 hingga 31 Mei lahir dari semangat kebersamaan untuk terus menghidupkan budaya menggambar di tengah masyarakat sejak dideklarasikan pada tahun 2022.
Menurutnya, tema tahun ini, “Kebangkitan Gambar, Menggambar Kebangkitan”, mengajak masyarakat untuk kembali melihat gambar sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai medium berekspresi maupun cara memahami lingkungan sosial dan kebudayaan.
Edo Pop menuturkan, momentum Bulan Indonesia Menggambar diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi, dialog, dan interaksi lintas generasi, lintas usia, lintas komunitas, bahkan lintas agama dan budaya, sehingga tumbuh semangat kolektif yang mempertemukan komunitas, lokalitas, dan masyarakat secara terbuka serta egaliter.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk belajar, berbagi, dan saling menginspirasi, sekaligus menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem seni yang terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari budaya gambar di masyarakat Indonesia.
Di tengah arus zaman yang serba cepat dan digital, pameran “Anak & Seni Rupa” menjadi pengingat bahwa dunia anak masih menyimpan ruang kejujuran, kebebasan, dan imajinasi yang tak terbatas. Dari garis-garis sederhana dan warna-warna spontan, lahir cara pandang yang jernih tentang kehidupan, lingkungan, serta harapan-harapan kecil yang tumbuh dari pengalaman mereka sehari-hari.
Melalui Bulan Indonesia Menggambar, semangat menggambar kembali dihidupkan sebagai bagian dari kebudayaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari ruang-ruang komunitas yang sederhana, tumbuh harapan agar seni gambar terus menjadi medium yang merawat kepekaan, memperkuat kebersamaan, dan membuka ruang kreatif bagi generasi masa depan.
Yogyakarta, 28 Mei 2026
By Maulana Ihza Mahendri
Komentar
Posting Komentar