Dunia Kreatif Anak: Ketika Kepolosan Menjadi Komoditas
Dunia Kreatif Anak: Ketika Kepolosan Menjadi Komoditas Oleh Edo Pop Masih terbayang oleh saya, belasan tahun lalu, ketika anak saya masih kecil, jauh sebelum kemudian ia memilih kuliah di bidang seni rupa. Pada masa itu, saya sering melihatnya menggambar dengan pensil di atas selembar kertas. Ia menggambar tanpa banyak pertimbangan mengenai benar atau salah, baik atau buruk, ataupun bagus atau tidak bagus. Garis-garis yang dibuatnya terkadang belum membentuk sesuatu yang mudah saya kenali. Ada bentuk yang tampak belum selesai, garis yang berhenti secara tiba-tiba, dan bidang-bidang yang bagi pandangan orang dewasa seolah tidak memiliki hubungan satu sama lain. Namun, ia menggambar dengan keyakinan penuh, seolah-olah apa yang sedang dibuatnya memiliki dunia dan makna tersendiri. Sebagai seorang pelukis, tentu saya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan saya mengajarinya berbagai hal mengenai menggambar. Saya dapat memperkenalkan perspektif, proporsi, komposisi, warna, a...